event organizer (EO) terbilang cerah. Lihat saja, selalu ada pameran, perlombaan, festival, konser musik, pesta perkawinan, perta ulang tahun dan berbagai acara lainnya. Hal ini merupakan kesempatan besar bagi pengusaha EO. Untuk itu, Tipsanda akan mengupas tuntas bagaimana memulai bisnis jasa EO tersebut:
1. Bekal Pengalaman. Disadari atau tidak, sebenarnya Anda sudah punya bekla untuk menjadi EO. Kepanitiaan yang Anda ikuti pada zaman sekolah dulu bisa dijadikan bekal pengalaman. Paling tidak, Anda sudah mengetahui prosedur mengelola suatu kegiatan, dari penyusunan proposal sampai eksekusi di lapangan.
2. Ide Kreatif. Karena bisnis EO adalah bisnis komunikasi dan hiburan, kepuasan dan ketertarikan klien menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Jika Anda tidak puny ide cemerlang dan kreatif, siap-siap saja gigit jari. Namun, kreatifitas memang tidak harus selalu orisinal. Mengembangkan sebuah ide yang sudah ada bukan hal yang tabu dan diharamkan kok. Justru itulah yang disebut inovasi.
3. Tebar Relasi. Salah satu modal awal merintis bisnis EO adalah relasi. Pasalnya, dukungan relasi bisnis, baik klien ataupun sponsor, merupakan kunci sukses tidaknya acara yang Anda selenggarakan. Jadi, sebelum memutuskan terjun ke dunia bisnis EO, Anda lihat kembali apakah Anda memiliki jaringan bisnis yang kuat atau tidak? Misalnya, teman kuliah/SMA yang kini sudah menduduki posisi-posisi penting di perusahaan. Karena mereka inilah yang nanti akan membeli atau membiayai ide kreatif Anda. Jika Anda tidak memiliki relasi, sebenarnya bukan masalah besar. Dengan membangun kepercayaan terhadap EO Anda, jaringan bisnis itu akan terbentuk dengan sendirinya.
4. Modal. Untuk memulai sebuah usaha, modal mutlak dibutuhkan. Untuk bisnis ini, modal perlu disiapkan terutama dalam keperluan mengurus legalitas usaha (CV atau PT), menyewa kantor, pengadaan alat kantor, biaya telekomunikasi, biaya perijinan acara, biaya persiapan
event dan lain-lain. Untuk memenuhi beberapa hal tersebut memang tidak cukup dengan selembar-dua lembar uang rupiah. Jadi, jika Anda tidak punya cukup modal, Anda bisa menadi investor. Soal tempat akan jauh lebih mahal jika harus menyewa tempat sendiri. Padahal untuk bisnis EO, tempat tidak digunakan setiap hari karena Anda akan lebih sering mobile mengunjungi klien dan sponsor di luar kantor. Karena itu, bila dana Anda terbatas, pertimbangkan untuk berkantor di rumah saja.